Home » » Sejarah Panglima Besar Jendral Sudirman

Sejarah Panglima Besar Jendral Sudirman

Written By Icah Ats on Minggu, 28 Juni 2015 | 20.44.00

Panglima Besar Jendral Sudirman
Semboyan Jendral Sudirman
Biografi Panglima Besar Jendral Sudirman - Kita semua masyarakat Indonesia pastilah sudah banyak yang tahu tentang Panglima Besar Jendral Sudirman ini sebab dari kita mulai SD sudah di ajarkan oleh para guru-guru kita tentang pahlawan pahlawan yang dulunya berjuang untuk merebut kemerdekaan dari tangan para penjajah.Nah salah satu tokoh besar yang akan saya angkat adalah:
"Panglima Tertinggi Jendral Besar Sudirman" Ketika pendudukan Jepang beliau masuk tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor yang begitu tamat pendidikan langsung menjadi Komandan Batalyon di Kroya Menjadi Panglima Divisi V/Banyumas sesudah TKR terbentuk dan akhirnya terpilih menjadi Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia (Panglima TNI) beliau merupakan Pahlawan Pembela Kemerdekaan yang tidak perduli pada keadaan dirinya sendiri demi mempertahankan Republik Indonesia yang dicintainya beliau tercatat sebagai Panglima sekaligus Jenderal pertama dan termuda Republik ini.Jendral Sudirman merupakan salah satu pejuang dan pemimpin teladan bangsa ini pribadinya teguh pada prinsip dan keyakinan selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya.Beliau selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air bangsa dan negara Hal ini boleh dilihat ketika Agresi Militer II Belanda beliau yang dalam keadaan lemah karena sakit tetap bertekad ikut terjun bergerilya walaupun harus ditandu.Dalam keadaan sakit beliau memimpin dan memberi semangat pada prajuritnya untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda itulah sebabnya kenapa beliau disebutkan merupakan salah satu tokoh besar yang dilahirkan oleh revolusi negeri ini.Jendral Sudirman yang dilahirkan di Bodas Karangjati Purbalingga 24 Januari 1916 ini memperoleh pendidikan formal dari Sekolah Taman Siswa sebuah sekolah yang terkenal berjiwa nasional yang tinggi.Kemudian beliau melanjut ke HIK (sekolah guru) Muhammadiyah Solo tapi tidak sampai tamat Sudirman muda yang terkenal disiplin dan giat di organisasi Pramuka Hizbul Wathan ini kemudian menjadi guru di sekolah HIS Muhammadiyah di Cilacap Kedisiplinan jiwa pendidik dan kepanduan itulah kemudian bekal pribadinya hingga bisa menjadi pemimpin tertinggi Angkatan Perang.Sementara pendidikan militer diawalinya dengan mengikuti pendidikan tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor Setelah selesai pendidikan beliau diangkat menjadi Komandan Batalyon di Kroya Ketika itu pria yang memiliki sikap tegas ini sering memprotes tindakan tentara Jepang yang berbuat sewenang-wenang dan bertindak kasar terhadap anak buahnya Karena sikap tegasnya itu suatu kali dirinya hampir saja dibunuh oleh tentara Jepang.Setelah Indonesia merdeka dalam suatu pertempuran dengan pasukan Jepang beliau berhasil merebut senjata pasukan tentara Jepang di Banyumas.Nah itulah jasa pertamanya sebagai tentara pasca kemerdekaan Indonesia sesudah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk beliau kemudian diangkat menjadi Panglima Divisi V/Banyumas dengan pangkat Kolonel.Maka melalui Konferensi TKR tanggal 2 Nopember 1945 beliau terpilih menjadi Panglima Besar TKR/Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia Selanjutnya pada tanggal 18 Desember 1945 pangkat Jenderal diberikan padanya lewat pelantikan Presiden.Jadi beliau memperoleh pangkat Jenderal tidak melalui Akademi Militer atau pendidikan tinggi lainnya sebagaimana lazimnya tapi karena prestasinya.Ketika pasukan sekutu datang ke Indonesia dengan alasan untuk melucuti tentara Jepang ternyata tentara Belanda ikut dibonceng.Karenanya TKR akhirnya terlibat pertempuran dengan tentara sekutu demikianlah pada Desember 1945 pasukan TKR yang dipimpin oleh Sudirman terlibat pertempuran melawan tentara Inggris di Ambarawa Dan pada tanggal 12 Desember tahun yang sama dilancarkanlah serangan serentak terhadap semua kedudukan Inggris.Pertempuran yang berkobar selama lima hari itu akhirnya memaksa pasukan Inggris mengundurkan diri ke Semarang pada saat pasukan Belanda kembali melakukan agresinya atau yang lebih dikenal dengan Agresi Militer II Belanda Ibukota Negara RI berada di Yogyakarta sebab Kota Jakarta sebelumnya sudah dikuasai Jenderal Sudirman yang saat itu berada di Yogyakarta sedang sakit.Keadaannya sangat lemah akibat paru parunya yang hanya tingggal satu yang berfungsi dalam Agresi Militer II Belanda itu Yogyakarta pun kemudian berhasil dikuasai Belanda Bung Karno dan Bung Hatta serta beberapa anggota kabinet juga sudah ditawan. Melihat keadaan itu walaupun Soekarno sebelumnya telah menganjurkannya untuk tetap tinggal dalam kota untuk melakukan perawatan Namun anjuran itu tidak bisa dipenuhinya karena dorongan hatinya untuk melakukan perlawanan pada Belanda serta mengingat akan tanggungjawabnya sebagai pemimpin tentara.
Jendral Sudirman
Jendral Sudirman Ditandu Saat Berjuang

*Melakukan Perang Gerilya* 
Maka dengan ditandu beliau berangkat memimpin pasukan untuk melakukan perang gerilya kurang lebih selama tujuh bulan beliau berpindah pindah dari hutan yang satu ke hutan yang lain dari gunung ke gunung dalam keadaan sakit dan lemah sekali.Sementara obat juga hampir hampir tidak ada tapi kepada pasukannya beliau selalu memberi semangat dan petunjuk seakan dia sendiri tidak merasakan penyakitnya.Namun akhirnya beliau harus pulang dari medan gerilya beliau tidak bisa lagi memimpin Angkatan Perang secara langsung tapi pemikirannya selalu dibutuhkan.Jendral Sudirman yang pada masa pendudukan Jepang menjadi anggota Badan Pengurus Makanan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Keresidenan Banyumas ini pernah mendirikan koperasi untuk menolong rakyat dari bahaya kelaparan.Jenderal yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi ini akhirnya harus meninggal pada usia yang masih relatif muda 34 tahun Pada tangal 29 Januari 1950 Panglima Besar ini meninggal dunia di Magelang dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki Yogyakarta beliau dinobatkan sebagai Pahlawan Pembela Kemerdekaan.Nah demikianlah perjalan seorang jendral yang sangat cinta akan negerinya rela berkorban melawan desingan peluru hanya untuk kemerdekaan negeri kita ini sekian sejarah Panglima Besar Jendral Sudirman.
Share this article :


 
Support : Google | Trik Seo Buat Blog | Bing
Copyright © 20/06/15. Cerita Silat Kho Ping Hoo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by Kho Ping Ho
Proudly powered by Blogger