Home » » Cerita Dewasa Setengah Baya Bu Angel

Cerita Dewasa Setengah Baya Bu Angel

Written By Icah Ats on Selasa, 13 September 2016 | 16.22.00

Foto Bugil Mahasiswi
Cerita Dewasa Terpopuler.
Cerita Silat Kho Ping Hoo - Mungkin tuturku kali ini agak berat sebenarnya untuk aku ungkap namun semakin kututupi dengan rapat semakin sesak dilubuk hati ini.Dan aku pun tak tahu lagi hendak berkata apa dengan kejadian yang sudah pernah aku alami moga saja lewat coretan kali ini hatiku bisa plong tanpa ada beban yang slama ini aku pendam.

Goresan luka hati yang sudah tertoreh didalam sanubari ini seakan tak mau beranjak dia tetap ingin bercokol disana Cerita Dewasa Setengah Baya Bu Angel itulah judul yang aku terapkan mungkin sekilasjudulgoresankutersebut beraroma Cerita Mesum atau Cerita Sex.Makanya kalian jangan ngeres dulu baca aja dulu kisahku kali ini jangan menilai dari segi judul yang penting itu isinya berikut kisah lengkapnya.

Saat aku terlahir di dunia ini ayahku pernah bercerita bahwa dia mendengar suara tangisku yang menjerit begitu keras.Dokter dan suster yang ikut membantu proses kelahiranku pun begitu bingung karena aku tidak berhenti menangis meski mereka sudah menimang dan menghiburku dengan berbagai cara.Pada awalnya aku tidak mengerti mengapa aku terus menangis dan tidak bisa dihentikan oleh siapa pun.Suster yang bingung kemudian menyarankan dokter untuk meminta ayah yang sedang berada diruang tunggu untuk melihatku.Dengan terburu buru ayah memasuki ruangan inkubator dan dia menyentuh jari pertamanya pada wajahku yang lahir prematur.Dia pun menitikkan air mata melihatku dan aku pun secara ajaib berhenti menangis.Ayah mengangkat tubuh mungilku yang hanya seberat beberapa gram saja.Dia melihatku berhenti menangis suster pun heran ketika suara tangisku akhirnya berubah bersuka cita ayah menimang tubuhku dengan lembut sambil berkata: "Mulai saat ini hanya kamulah yang paling berharga dalam hidup ayah.." begitu kalimat pertamanya padaku.

Ya aku adalah anak yang paling berharga baginya kelahiranku adalah dua sisi yang cukup membuat ayah begitu tertekan antara bahagia dan duka lara.Duka itu dimulai saat ibu mengalami pendarahan hebat dan ayah berada dalam kondisi yang sulit ketika dokter memberikannya dua pilihan.Pertama aku yang pergi dari dunia ini atau ibu yang harus merelakan nyawanya.Tanpa mempedulikan lagi saran ayah dan ibu memilih untuk melahirkanku dari pada harus mengaborsi bayi prematur yang telah dia rawat dengan penuh kasih sayang.Dia melupakan semua saran dokter demi aku Sang janin kecil yang terus membuat nyawanya terancam. Ayah menginginkanku di dunia ini seperti halnya ibu.Tapi ayah tidak ingin membuat Ibu bersedih dan bimbang melawan keputusan ibu ayah terpaksa menerima keputusan ibu dan berharap keduanya dapat selamat dengan mukjizat Tuhan.

Pada saat kritis itu dengan mengenggam erat tangan ibu ayah melihat sendiri ibu menghembuskan nafas terakhirnya.Mana kala saat nafasnya akan berakhir terdengar suara tangis pertamaku di dunia ini dengan senyuman terakhir ibu yang bahagia melihat kelahiranku.Saat itulah dia pergi dariku dan ayah dan dialah Wanita Setengah Baya yang selalu kurindukan. Tuhan aku tidak pernah mengerti mengapa aku harus menjadi beban bagi hidup ibuku andai saja aku tahu bahwa hidupku hanya untuk membuat ibuku menderita mungkin aku tidak akan memilih untuk terus hidup di dunia ini. Tapi semua rencanaNya telah digariskan lewat takdir yang mempertemukan ibu dan ayahku.Dan oleh karena cinta merekalah aku kini terlahir ke dunia ini.Ayah selalu berkata bahwa pernikahan mereka adalah hal terindah di dunia ini sebagai keluarga kecil yang bahagia tentu saja mereka berharap ingin hidup bersama hingga waktu memisahkan mereka.Tapi nyatanya perpisahan terjadi begitu singkat hanya setelah pernikahan dua tahun itu dan kelahiranku adalah awal yang membuat dunia ayah berubah kini dia menjadi orang tua tunggal bagiku tanpa lagi ditemani oleh Wanita Setengah Baya yang paling dicintainya. Di saat Ayah menimangku dengan penuh kasih seorang suster mendekat padanya lalu bertanya dengan perlahan agar tidak membuatku kembali menangis.Maaf Pak menganggu bayi cantik ini akan diberikan nama siapa tanya suster itu pada ayah. Angel Berikan nama dia Angel kata ayah. Angel itulah namaku yang bermakna malaikat.

Nama yang Ayah berikan untuk mengenang ibu yang juga bernama Angel.Mereka memiliki rahasia mengapa aku diberikan nama itu dan aku hanya akan tahu pada saat usiaku nanti sudah cukup dewasa untuk mengerti arti kehidupan. Karena merasa nyaman saat itu aku malah tertidur dalam timangan ayah sambil menciumku ayah kembali memberikan aku kepada suster agar dikembalikan ke dalam ruangan inkubator supaya tubuhku merasa hangat. Karena aku lahir prematur aku harus dirawat untukwaktu yang cukup lama hingga aku bisa keluar dari Rumah Sakit Ansyari Saleh Banjarmasin ayah yang bingung kemudian meminta ibunya atau nenekku untuk merawatku.Selain harus menyiapkan upacara pemakaman almarhumah ibu nenek diharapkan dapat membantu ayah yang harus menjalani hidup-hidup beratnya saat ini.Nenek yang tinggal di Palembang langsung terbang naik pesawat menuju Banjarmasin.Dia memberikan kekuatan besar dalam hidup ayah saat itu dan darinya juga ayah belajar banyak akan arti keikhlasan dan harus kuat untuk melihat masa depan. Bu Angel sebelum meninggal pernah meminta ayah untuk tidak menguburkannya tapi lebih memilih untuk dikremasi kemudian meminta abunya dibuang dilautan Jawa ayah menuruti permintaan terakhir.

Bu Angel Wanita Setengah Baya dengan berat hati dia menyimpan sisa sisa abu itu dalam sebuah kotak guci kecil yang dia simpan di ruangan kamarnya dengan foto Ibu yang sedang tersenyum.Setiap malam dia selalu menyalakan lilin minyak kecil untuk mengenang Ibu.Dia tidak bisa sedih berlama lama karena ada aku yang harus dia perjuangan untuk terus hidup.Setelah dua bulan lamanya hidup dalam inkubator akhirnya aku diperbolehkan untuk pulang.Bersama dengan nenek ayah belajar banyak bagaimana caranya menjadi seorang ibu Dia mulai mengerti bagaimana untuk menganti popokku membuatku berhenti menangis pada malam hari dan juga bagaimana memandikanku dengan benar.Tapi yang paling sulit baginya adalah membuat susu yang baik bagiku sebab aku sangat sulit untuk minum susu bila tidak hangat atau tidak manis. Karena tidak ada ASI atau Air Susu Ibu dari ibu kandung ayah harus menambah beberapa vitamin tambahan yang diberikan dokter agar aku dapat tumbuh dengan sehat dan sempurna sesuai asupan gizi seusiaku.Bersama kedua malaikat itu aku pun tumbuh seiring berjalannya waktu ayah dan nenek bergantian menjagaku.Bila ayah harus bekerja Nenek dengan siaga menjagaku dan begitu pula sebaliknya bila nenek sedang beristirahat ayah akan menjagaku dengan sungguh sungguh agar tidak menangis dan menganggu istirahat nenek yang sudah berusia 55 tahun saat itu usiaku baru satu tahun.

Aku tidak tahu betapa aku adalah bayi yang merepotkan karena ayah bilang saat aku kecil selalu buang air kecil setiap popok baru terpasang.Aku juga tidak pernah mau mendengarkan semua nyanyian yang ayah berikan padaku ketika dia mencoba membuatku tidur aku juga selalu menangis dan menangis bila merasa ayah dan nenek kurang memanjakanku atau apa yang aku inginkan tidak mereka berikan.Semua masih baik baik saja sampai akhirnya ayah mulai merasa aku telat bicara karena seharusnya usiaku saat itu sekitar dua tahun bahkan tidak pernah mengucapkan sepatah katapun padahal ayah sudah mengajarkanku beberapa kata kata ringan seperti memanggil. Sampai akhirnya ketika usiaku menginjak tiga tahun aku masih tidak pernah bicara apapun dan ayah merasa ada yang aneh dengan sikapku.Terutama ketika aku tidak pernah merespon terhadap panggilannya.Dia malah berpikir aku seorang autis karena pada saat itu dia sempat mendengar perilaku balita sepertiku dapat dikatakan penderita autis Untuk membuatku tetap ceria ayah memberikanku banyak mainan boneka.Aku sangat suka bermain dengan boneka boneka yang ayah bawakan setiap dia pulang kerja.

Sampai akhirnya pada saat aku bermain boneka ayah memandangku sedangkan nenek saat itu sedang di dapur untuk membuat makan malam kami.Bu Angel teriak ayah di hadapanku saat aku sedang asyik bermain boneka sapi kartun lucu. Dia kemudian mendekatiku lalu membelakangi tubuhku dia mengunakan kedua tangannya di kepalaku sambil menepuk kedua tangannya dengan kencang.Terdengar suara tepukan tepat di belakang kepalaku ayah melakukannya berulang ulang hingga dia berhenti dan menarik nafas panjang nenek yang mendengar suara tepukan tangan itu keluar dari dapur menuju ruangan dimana aku dan ayah berada. Dia melihat tingkah ayah dan bertanya.Sedang apa kamu Norman panggil nenekku Norman adalah nama ayahku. Ibu aku merasa Angel tidak bisa mendengar apa yang aku lakukan bahkan dia tidak bisa merespon tepukan tangan tepat di belakangnya.Bila dia bisa mendengar harusnya dia akan terkejut.

Tapi dia diam saja. Nenek kemudian mendekatiku yang masih asyik bermain boneka dia memandangku dan berbicara pada ayah sambil memegang kepalaku dengan lembut.Ibu juga merasa ada yang tidak beres dengannya..?Bagaimana kalau kita coba bawa ke dokter mungkin mereka bisa menemukan jawabannyamBaiklah Bu aku akan mandi dulu.Setelah makan malam aku akan membawa Angel ke dokter. Ibu juga ingin ikut kata Nenekku.Sesungguhnya kecemasan ayah karena aku tidak bisa merespon dan mendengar apapun yang diperintahkan sudah sejak lama disimpannya tapi dia mulai menyadari bahwa aku bukanlah anak autis.Pikiran itu akhirnya runtuh sampai hari ini Dia benar benar harus mencoba mencari tahu apa yang terjadi padaku.

Setelah aku menikmati makam malam buatan nenek dan merasa kenyang aku tertidur dan ketika terbangun aku sudah berada di Rumah Sakit Ansyari Saleh Banjarmasin.Seorang dokter tampak sedang memeriksa telingaku dengan senter kecil berwarna putih yang cukup aneh bagiku. Dokter perempuan itu tersenyum padaku.Lalu usai pemeriksaan itu nenek langsung mengajakku untuk jalan-jalan di sekitar ruangan Rumah Sakit Moch.Ansyari Saleh agar tidak mengganggu pembicaraan ayah dengan Dokter. Ayah berbicara dengan dokter Intan yang notabene adalah seorang spesialis telinga. Bagaimana Dok dengan kondisi Angel? Mengapa dia tidak bisa merespon panggilan dan kata kata saya. Dengan sangat menyesal saya harus mengatakan kalau anak bapak adalah seorang tunarungu.

Tunarungu? Bagaimana bisa Tunarungu orang yang terlahir cacat pada pendengarannya. Melihat catatan kelahiran dan kesehatannya pada anak bapak yang lahir secara prematur segala kemungkinan bisa terjadi.Tunarungu adalah salah satu hal yang bisa terjadi pada setiap anak-anak yang terlahir secara prematur Jadi dalam dunia medis cacat lahir bawaan ini adalah hal yang bisa terjadi di setiap 10 banding 1000 kelahiran bayi. Ayah pun terdiam dan tampak masgul.Bapak tidak perlu bersedih ataupun panik dewasa ini sudah banyak pendidikan dan orang yang hidup dengan kondisi yang sama dengan anak bapak.Anak bapak tetap bisa memiliki masa depan yang baik.Bila sejak dini kita mendidik dan mengajarinya kelak anak itu akan tumbuh seperti anak-anak normal lainnya dan masyarakat kita sudah bisa menerima keadaan seperti ini.Tapi keadaan ini sangat membuat saya sedih.Kasihan anak itu dia tidak menyadari keadaannya apa yang harus saya lakukan untuk memberitahunya.Apa yang harus ajarkan padanya saat dia mulai tumbuh jadi besar.Dan yang paling saya cemaskan bagaimana caranya dia tau keadaannya sendiri.

Apa yang harus saya jelaskan sedangkan dia sendiri tidak bisa mendengar dan bahkan tak mengerti apa yang saya katakan kata ayah dengan wajah sedih dan menahan air mata. Dokter mencoba membuat ayah tegar lalu berpikir sejenak sampai akhirnya dia mengambil kartu nama dan memberikannya pada ayah.Dokter merekomendasikan seorang kenalan yang ia pikir bisa membantu masalah ayah. Begini saja saya memiliki seorang kenalan yang sudah berpengalaman untuk mendidik bagaimana caranya menjadi orang tua tunarungu mungkin dia bisa membantu Bapak dalam masalah ini.Maksudnya dia Dokter.

Beliau adalah seorang ibu yang juga memiliki anaktunarungu beliau berhasil menjadi pendidik bagi orang tua yang melahirkan anak anak tunarungu.Saya yakin dengan senang hati dia akan membantu bapak agar bisa menjadi orang tua yang baik.Simpanlah kartu nama ini katakanlah bahwa saya yang merekomondasikannya pada bapak.Terima kasih Dokter.Ayah keluar dari ruangan Dokter dengan wajah sedih dia membaca kartu nama itu dengan teliti dan berharap banyak pada ibu yang berpengalaman itu dapat menyelamatkan hidupku.Saat itu nenek baru saja memberikanku eskrim coklat dan ketika melihat ayah aku langsung mendekatinya nenek bertanya kepada ayah yang tampak murung.

Bagaimana hasilnya Norman? tanya nenek.Angel positif tunarungu Bu.Nenek ingin menangis ketika mendengar kalimat itu keluar dari mulut Ayah tapi dia tidak ingin membuat ayah lebih bersedih.Disaat seperti ini hanya dialah orang yang bisa menghibur dan menguatkan hati ayah untuk membesarkanku ayah memang bukanlah seorang ibu tapi dia memiliki ibu yang berpengalaman merawatnya hingga dewasa seorang diri tanpa suaminya atau kakekku.Kakek meninggal saat ayah berusia tiga tahun karena kecelakaan kereta api.Apa yang terjadi pada ayah saat ini seperti halnya pernah terjadi pada nenek saat itu. Tapi nenek memang luar biasa dia berhasil hidup menjadi orang tua tunggal bagi ayah dan kini dia harus membuat ayah juga sekuat nenek..itulah Cerita Dewasa Setengah Baya Bu Angel.
Share this article :

1 komentar:



 
Support : Google | Trik Seo Buat Blog | Bing
Copyright © 20/06/15. Cerita Silat Kho Ping Hoo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by Kho Ping Ho
Proudly powered by Blogger